Kemarin sore (13/02/2014) akhirnya saya ke bioskop untuk
menonton film yang sudah ditunggu-tunggu selama ini, killers. Film ini adalah
sebuah psychological thriller yang belakangan dipromosikan sebagai karya luar
biasa karya sutradara kenamaan, mo brothers, yang juga membuat film rumah dara.
Film ini bekerja sama dengan rumah produksi di jepang yang merayakan ulang
tahun yang ke 100. Sebelumnya, saya kenal sutradara film ini dari film rumah
dara yang juga sempat booming di masanya. Walaupun masih banyak kekurangan di
rumah dara, tetapi keberanian sutradara untuk membawa genre ini ke perfilman
indonesia patut diacungi jempol.
Begitu pula dengan Killers. Ketika saya melihat trailer film
ini, saya mendapat kesan film ini akan bergenre psychological thriller dengan
kualitas yang lebih bagus dari film sebelumnya. Apalagi dengan kehadiran crew
dari jepang yang tidak bisa diragukan lagi kepiawaiannya dalam membuat film
bergenre itu. Hati saya semakin senang, karena aktor Jepang yang bermain dalam
film itu adalah Kazuki Kitamura, aktor yang selama ini mampu memainkan berbagai
peran dengan sangat baik dan menawan.
Beberapa saat setelah premier filmnya, ada berita yang
bilang kalo Killer itu jelek dan tidak pantas ditonton. Saya heran dan tidak
percaya akan kejelekan filmnya. Berkali-kali teman saya menganjurkan untuk
tidak menonton, tapi saya merasa harus mennton sebagai pecinta thriller,
hahaha.
Akhirnya, setelah menonton film tersebut, kesimpulan saya
adalah: film ini jauh dari kata jelek. Saya cukup puas menonton film ini.
berikut beberapa pon yang bisa saya kemukakan:
1.
Akting aktornya luar biasa. Peran-peran yang ada
dalam film ini tidak biasa dilakukan dalam film atau sinetron yang ada di
Indonesia. Saya sangat terkesima dengan aktor oka antara yang sangat baik
membawakan diri sebagai seorang yang bengis, ketakutan, bahkan berduka dengan
kapasitas yang pas
2.
Scene yang penuh darah dan kekerasan bisa
dikatakan cukup, tidak terlalu banyak sehingga membuat penonton mual, namun
juga tetap dapat membuat penonton bergidik. Adegan-adegan ini juga didukung
dengan make up yang baik sekali sehingga memberikan kesan serupa realita
3.
Detil-detil dalam film dipersiapkan dengan
matang. Mungkin karena mengambil kehidupan di era modern sehingga tidak perlu
memperhatikan detil dengan khusus, namun disamping itu, ide untuk membuat
detil-detil krusial patut diapresiasi
4.
Plot cerita jelas dan mudah untuk diikuti
alurnya. Semua elemen dalam film penting untuk diperhatikan dan memberikan
kesinambungan dalam film.
Meskipun begitu, memang ada beberapa kekurangan dari film
ini:
1.
Cerita cukup mudah ditebak dan beberapa jalan
cerita terkesan sangat klise. Namun masih dalam taraf menyenangkan dan
menegangkan untuk ditonton
2.
Grafik di akhir cerita yang cukup lame. Menurut
saya di era modern ini efek komputernya sangat bisa untuk diperbaiki lagi. ntah
mengapa jadi seperti itu.
3.
Film ini bukan konsumsi masyarakat Indonesia
pada umumnya. Saya yakin bahkan masyarakat dunia pun hanya sedikit yang
menyukai genre ini. kalau film ini ditonton oleh orang-orang yang kurang bijak
pun, bisa-bisa diamini sebagai kehidupan sehari-hari. Untung saja film ini
khusus dewasa.
Secara keseluruhan, saya merasa
film ini adalah film yang baik dan layak untuk ditonton, terutama bagi yang
menyukai film bergenre thriller dan psychological thriller. Sangat tidak
disarankan ditonton oleh anak-anak dan orang yang tidak menyukai thriller
karena kemungkinan besar akan mengatakan bahwa film ini adalah film yang buruk.
Jujur saja, saya kesal dengan opini-opini orang yang mengatakan film ini buruk
tanpa argumen yang jelas. Saya pun berspekulasi bahwa mereka bukanlah orang ang
biasa menonton film seperti ini atau berekspektasi terlalu tinggi hingga
mengharapkan film yang menggugah diri mereka. Saya perlu tekankan bahwa film
ini sangat patut dihargai karena memiliki kualitas yang sangat baik, apalagi
dalam standar film indonesia. Walau bukan film yang mendidik, tetapi kekayaan
pustaka film indonesia bertambah dengan film ini dan patut dibanggakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar