Minggu, 16 Februari 2014

Kesan akan Killers karya Mo Brothers



Kemarin sore (13/02/2014) akhirnya saya ke bioskop untuk menonton film yang sudah ditunggu-tunggu selama ini, killers. Film ini adalah sebuah psychological thriller yang belakangan dipromosikan sebagai karya luar biasa karya sutradara kenamaan, mo brothers, yang juga membuat film rumah dara. Film ini bekerja sama dengan rumah produksi di jepang yang merayakan ulang tahun yang ke 100. Sebelumnya, saya kenal sutradara film ini dari film rumah dara yang juga sempat booming di masanya. Walaupun masih banyak kekurangan di rumah dara, tetapi keberanian sutradara untuk membawa genre ini ke perfilman indonesia patut diacungi jempol.
Begitu pula dengan Killers. Ketika saya melihat trailer film ini, saya mendapat kesan film ini akan bergenre psychological thriller dengan kualitas yang lebih bagus dari film sebelumnya. Apalagi dengan kehadiran crew dari jepang yang tidak bisa diragukan lagi kepiawaiannya dalam membuat film bergenre itu. Hati saya semakin senang, karena aktor Jepang yang bermain dalam film itu adalah Kazuki Kitamura, aktor yang selama ini mampu memainkan berbagai peran dengan sangat baik dan menawan.
Beberapa saat setelah premier filmnya, ada berita yang bilang kalo Killer itu jelek dan tidak pantas ditonton. Saya heran dan tidak percaya akan kejelekan filmnya. Berkali-kali teman saya menganjurkan untuk tidak menonton, tapi saya merasa harus mennton sebagai pecinta thriller, hahaha.
Akhirnya, setelah menonton film tersebut, kesimpulan saya adalah: film ini jauh dari kata jelek. Saya cukup puas menonton film ini. berikut beberapa pon yang bisa saya kemukakan:
1.       Akting aktornya luar biasa. Peran-peran yang ada dalam film ini tidak biasa dilakukan dalam film atau sinetron yang ada di Indonesia. Saya sangat terkesima dengan aktor oka antara yang sangat baik membawakan diri sebagai seorang yang bengis, ketakutan, bahkan berduka dengan kapasitas yang pas
2.       Scene yang penuh darah dan kekerasan bisa dikatakan cukup, tidak terlalu banyak sehingga membuat penonton mual, namun juga tetap dapat membuat penonton bergidik. Adegan-adegan ini juga didukung dengan make up yang baik sekali sehingga memberikan kesan serupa realita
3.       Detil-detil dalam film dipersiapkan dengan matang. Mungkin karena mengambil kehidupan di era modern sehingga tidak perlu memperhatikan detil dengan khusus, namun disamping itu, ide untuk membuat detil-detil krusial patut diapresiasi
4.       Plot cerita jelas dan mudah untuk diikuti alurnya. Semua elemen dalam film penting untuk diperhatikan dan memberikan kesinambungan dalam film.
Meskipun begitu, memang ada beberapa kekurangan dari film ini:
1.       Cerita cukup mudah ditebak dan beberapa jalan cerita terkesan sangat klise. Namun masih dalam taraf menyenangkan dan menegangkan untuk ditonton
2.       Grafik di akhir cerita yang cukup lame. Menurut saya di era modern ini efek komputernya sangat bisa untuk diperbaiki lagi. ntah mengapa jadi seperti itu.
3.       Film ini bukan konsumsi masyarakat Indonesia pada umumnya. Saya yakin bahkan masyarakat dunia pun hanya sedikit yang menyukai genre ini. kalau film ini ditonton oleh orang-orang yang kurang bijak pun, bisa-bisa diamini sebagai kehidupan sehari-hari. Untung saja film ini khusus dewasa.
Secara keseluruhan, saya merasa film ini adalah film yang baik dan layak untuk ditonton, terutama bagi yang menyukai film bergenre thriller dan psychological thriller. Sangat tidak disarankan ditonton oleh anak-anak dan orang yang tidak menyukai thriller karena kemungkinan besar akan mengatakan bahwa film ini adalah film yang buruk. Jujur saja, saya kesal dengan opini-opini orang yang mengatakan film ini buruk tanpa argumen yang jelas. Saya pun berspekulasi bahwa mereka bukanlah orang ang biasa menonton film seperti ini atau berekspektasi terlalu tinggi hingga mengharapkan film yang menggugah diri mereka. Saya perlu tekankan bahwa film ini sangat patut dihargai karena memiliki kualitas yang sangat baik, apalagi dalam standar film indonesia. Walau bukan film yang mendidik, tetapi kekayaan pustaka film indonesia bertambah dengan film ini dan patut dibanggakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar