Minggu, 29 Juni 2014

Dunia Sosial Media



Pagi ini seperti biasa gue men-scroll timeline di akun sosial media gue, twitter dan path. Dari scroll timeline itu, gue lihat perilaku temen-temen pada kedua sosial media yang menarik buat gue. Kenapa orang-orang mau post sesuatu di timelinenya ya? Kenapa dia pilih untuk post suatu hal tapi tidak yang lain? Sebenernya untuk apa? Untuk eksis? Apa eksis itu bisa direpresentasikan dengan post sesuatu?
Gue tau ini pertanyaan klasik tapi sekali lagi ini mengganggu hari yang insya allah produktif dalam hidup gue huehehehe. Kenapa ya seseorang memutuskan untuk post apapun di sosial medianya? Katakanlah path. Banyak orang yang gandrung dengan sosial media ini karena banyak hal yang bisa dipost kepada teman-teman tertentu yang privat baginya. Begitupun yang gue dapatkan dalam timeline path gue. Ada temen-temen yang post dia lagi dimana, sama siapa, ada yang post untuk pencitraan biar dia keliatan pinter *ups, ada juga yang pamer dia lagi wisata kemana mana mana. Gue bertanya2 apa mereka mikir ya akibatnya sebelum mereka post sesuatu? Apa mereka tau akibatnya? Apa bla blabla ini membingungkan dan pikiran gue juga lompat-lompat.
Gue sediri punya beberapa akun sosial media, ada facebook, twitter, path, instagram, tapi semuanya ga aktif wkwk. Biasanya gue jadi silent reader lebih karena gue bingung memutuskan harus post apa. Gue juga merasa ada segmentasi sendiri untuk tiap akun. Facebook tuh untuk kumpulin temen-temen yang lu kenal dari duluu ampe sekarang, mostly gue pake Cuma untuk liat grup angkata. Twitter, gue pake untuk dapetin informasi-informasi berguna buat gue konsumsi, dari orang-orang yang gue kagumi, temen-temen, dsb, instagram gue pake untuk liat catalog online shop yang jarang jug ague beli, nah kalo path…. Ini biasanya buat nyampah dan kepoin kehidupan temen-temen sih (?) tapi gue ga merasa jago nyampah. Gue terlalu khawatir orang-orang akan terganggu dengan postingan gue. Meskipun semua orang di sekitar gue bilang, yah ketika dia mau jadi temen lo, ya dia harus tau konsekuensinya itu. Tapi ya tetep aja ga bisa gitu lah. Duh pada paham ga yah.
Di path itu, kita mencitrakan hidup sehari-hari kita. Kita mau dipandang seperti apa sama temen-temen bisa tercitrakan di situ. Di path kita expect seseorang respon terhadap apa yang kita post, ntah love, frown, dll. Dan mostly, yang reaksiin postingan path lu adalah orang-orang terdekat lu. Masalahnya muncul ketika lu merasa ga ada orang-orang yang dekat dengan lu banget. Wait, jangan-kjangan masalah gue di situ ya… hmm.. mungkin karena gue jarang ngomong di socmed maupun dunia nyata gue jadi terkesan misterius… hmm.. membingungkan. Gue akui sih gue terlalu takut untuk mengungkapkan sesuatu yang belum gue pahami dengan baik, masalahnya gue juga ga merasa gue pernah paham akan sesuatu dengan baik. Lingkaran in jadi kayak lingkaran setan yang membuat gue enggan berpendapat. Hhh… sekali lagi, ini masalah yang cukup kompleks. Sesungguhnya gue berharap ada yang mau diskusi tentang ini. Saya merindukan diskusi.

1 komentar:

  1. kalau gue sering share kata-kata bijak, link2 artikel yang gue baca, dan kegiatan gue.. gue share buat jadi diary online sih.. hahaha..
    biar nanti gue bisa liat lagi, dulu gue ngapain aja..

    sama kath, gue juga jarang ngomong d social media soal hal yang gue belum pahami dengan baik :)

    BalasHapus