Pagi ini seperti biasa gue men-scroll timeline di akun
sosial media gue, twitter dan path. Dari scroll timeline itu, gue lihat
perilaku temen-temen pada kedua sosial media yang menarik buat gue. Kenapa orang-orang
mau post sesuatu di timelinenya ya? Kenapa dia pilih untuk post suatu hal tapi
tidak yang lain? Sebenernya untuk apa? Untuk eksis? Apa eksis itu bisa
direpresentasikan dengan post sesuatu?
Gue tau ini pertanyaan klasik tapi sekali lagi ini
mengganggu hari yang insya allah produktif dalam hidup gue huehehehe. Kenapa ya
seseorang memutuskan untuk post apapun di sosial medianya? Katakanlah path. Banyak
orang yang gandrung dengan sosial media ini karena banyak hal yang bisa dipost
kepada teman-teman tertentu yang privat baginya. Begitupun yang gue dapatkan
dalam timeline path gue. Ada temen-temen yang post dia lagi dimana, sama siapa,
ada yang post untuk pencitraan biar dia keliatan pinter *ups, ada juga yang
pamer dia lagi wisata kemana mana mana. Gue bertanya2 apa mereka mikir ya
akibatnya sebelum mereka post sesuatu? Apa mereka tau akibatnya? Apa bla blabla
ini membingungkan dan pikiran gue juga lompat-lompat.
Gue sediri punya beberapa akun sosial media, ada facebook,
twitter, path, instagram, tapi semuanya ga aktif wkwk. Biasanya gue jadi silent
reader lebih karena gue bingung memutuskan harus post apa. Gue juga merasa ada
segmentasi sendiri untuk tiap akun. Facebook tuh untuk kumpulin temen-temen
yang lu kenal dari duluu ampe sekarang, mostly gue pake Cuma untuk liat grup
angkata. Twitter, gue pake untuk dapetin informasi-informasi berguna buat gue
konsumsi, dari orang-orang yang gue kagumi, temen-temen, dsb, instagram gue
pake untuk liat catalog online shop yang jarang jug ague beli, nah kalo path…. Ini
biasanya buat nyampah dan kepoin kehidupan temen-temen sih (?) tapi gue ga
merasa jago nyampah. Gue terlalu khawatir orang-orang akan terganggu dengan
postingan gue. Meskipun semua orang di sekitar gue bilang, yah ketika dia mau
jadi temen lo, ya dia harus tau konsekuensinya itu. Tapi ya tetep aja ga bisa
gitu lah. Duh pada paham ga yah.
Di path itu, kita mencitrakan hidup sehari-hari kita. Kita mau
dipandang seperti apa sama temen-temen bisa tercitrakan di situ. Di path kita
expect seseorang respon terhadap apa yang kita post, ntah love, frown, dll. Dan
mostly, yang reaksiin postingan path lu adalah orang-orang terdekat lu. Masalahnya
muncul ketika lu merasa ga ada orang-orang yang dekat dengan lu banget. Wait,
jangan-kjangan masalah gue di situ ya… hmm.. mungkin karena gue jarang ngomong
di socmed maupun dunia nyata gue jadi terkesan misterius… hmm.. membingungkan. Gue
akui sih gue terlalu takut untuk mengungkapkan sesuatu yang belum gue pahami
dengan baik, masalahnya gue juga ga merasa gue pernah paham akan sesuatu dengan
baik. Lingkaran in jadi kayak lingkaran setan yang membuat gue enggan
berpendapat. Hhh… sekali lagi, ini masalah yang cukup kompleks. Sesungguhnya gue
berharap ada yang mau diskusi tentang ini. Saya merindukan diskusi.